Alloh Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan kita agar menginfaqkan sebagian harta yang Alloh rezekikan kepada hamba-Nya, demikian pula Nabi Muhammad sholallohu 'alaihi wa salam juga menganjurkan memperbanyak infaq ataupun sedekah. di antara dalil-dalilnya adalah "Dan dari apa-apa yang Alloh rezekikan kepadamu, maka hendaknya diinfakan sebagiannya " ( Al Baqoroh : 3 )
Ayat lainnya :"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui".(AL Baqoroh : 261 )
pengertian menafkahkan harta di jalan Allah meliputi belanja untuk kepentingan jihad, pembangunan perguruan, rumah sakit, usaha penyelidikan ilmiah dan lain-lain.
(terjemahan Depag RI)
"Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,
Pada hari mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, Lambung dan punggung sendiri, Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." (At Taubah : 34 - 35 )
dan amsih banyak lagi ayat, yang mendorong agar gemar beinfaq, dan jangan pelit, karena orang pelit akan mencelakakan diri sendiri.
Adapun hadits Rasululloh tentang anjuran berinfaq sangat banyak, diantaranya : "sedekahlah kamu walaupun sebiji kurma ". " infaq itu bisa memadamkan kemurkaan Alloh", "tidak akan berkurang hartanya, orang yang berinfaq", dan lain-lain
Bahwa zakat, infaq dan sedekah yang benar-benar ikhlas merupakan simpanan tabungan langsung di sisi Allah SWT. Senantiasa terjaga, terpelihara dan tercatat dengan sangat rapih, sehingga tidak mungkin terjadi kesalahan, kecurian, kekurangan dan kebakaran. Apabila pemiliknya memerlukannya kembali, Allah akan menjamin segera diberikanmya secara tunai.
Amal perbuatan yang tergolong simpanan (kanzun) di sisi Allah adalah : amalan lisan, perbuatan, amalan hati, pentasarrufan harta benda, gagasan serta pikiran dengan niat yang ikhlas. Simpanan tersebut, terutama harta benda, akan dijamin penjagaan dan pemeliharaannya di sisi Allah, apabila yang mempunyai simpanan tersebut sangat memerlukannya, akan dikembalikan dengan tunai tanpa potongan bahkan mendapat tambahan berlipat ganda sesuai kadar keikhlasannya.
Lebih jauh sebagai orang yang beriman bahwa kewajiban zakat merupakan kebutuhan manusia untuk membersihkan dan menyucikan harta benda pemberian Allah agar menimbulkan kesejahteraan secara merata. Di samping itu juga akan dapat menjaga pemiliknya dari berbagai bencana, bahaya dan sifat-sifat tercela dari kerabat dan tetangganya. Karena dengan rajin zakat, infaq dan sedekah, berarti akan disayang, disanjung dan dihormati orang yang menerimanya. Kerabat, tetangga dan lingkungan sekitar akan ikut menikmati rizki yang dianugerahkan oleh Allah kepadanya.
Justru orang yang rajin zakat, infaq dan sedekah akan makin lancar aliran rizkinya dibandingkan dengan orang yang kikir. Karena dalam kehidupan dunia segala sesuatu yang terjadi, tidak bisa lepas dari hukum alam, hukum kausalitas dan sunnatullah. Sebagai contoh kongkrit adalah aliran air. Makin deras dan besar air mengalir dipergunakan untuk kepentingan manusia, makin banyak pula aliran air yang akan masuk ke dalam bak penampungan. Sehingga orang yang rajin zakat, infaq dan sedekah ibarat sebuah agen perbendaharaan harta, supermarket dan gudang harta yang sangat ramai dikunjungi oleh pelanggan. Perputaran barang yang masuk dan barang yang keluar mengalir dengan deras.
oleh karena itu marilah kita gemar berinfaq, karena apa yang kita infaqkam itulah harta kita yang sebenarnya, sedangkan yang kita makan dan kita pakai akan habis. wallohu 'alam bishowab.
Selengkapnya...
Senin, 13 April 2009
Berlomba dalam infaq
Kamis, 19 Maret 2009
CARA MENJAGA HAFALAN
hal-hal yang membantu agar hafalan tetap terjaga
1. Doa
dengan doa apapun yang kita mau akan terwujud, karena Alloh telah menjanjikan bahwa barangsiapa berdoa maka akan dikabulkan. dengan doa akan akan terhindar dari musibah. doa merupaka perisai bagi orang mukmin.Doa merupakan sebab semua kebaikan dan kunci bagi semua pintu. Dengan doa akan didapatkan berbagai manfaat dan akan tertolak berbagai hal yang tidak disenangi.Doa merupakan sebab yang paling maudah dan paling cepat untuk menggapai tujuan. Orang yang berdoa adalah orang yang beruntung pada setiap keadaan.
Tatkala seorang hamba menghadap kepada Alloh dengan ikhlas, jujur, dan menghadirkan hati, doanya akan dikabulkan. Betapa banyak orang yang berdoa kepada Alloh dengan ikhlas, meredahkan diri, khusyu’ dan menangis, lalu dikabulkan doanya.
2. menjauhi maksiat
maksiat adalah awal dari mala petaka ummat. telah berkata para salaf :"Ilmu itu cahaya, dan cahaya tidak akan diberikan kepada orang yang berbuat maksiat"
Di antara sebab terpenting yang membantu menghafal ilmu syar’I adalah menjauhi maksiat.
Abdulloh bin Mas’ud berkata :”Sesungguhnya aku mengira bahwasanya seseorang itu lupa terhadap ilmu yang telah diketahuinya disebabkan kesalahan yang dilakukannya “(HR. Ad Darimi)
Sebagian mereka berkata :
Aku mengadu kepada waki’ tentang jeleknya hafalanku
Maka dia mengisyarakatkan kepadaku untuk meninggalkan maksiat
Dan berkata bahwa menghafal suatu itu adalah karunia
Karunia Alloh tidak diperoleh orang yang berbuat maksiat (Al Jami’ li Akhlaqir Rawi )
Adh Dhahak bin Muzahim berkata :”Tidak ada seorangpun yang mempelajari Al Quran kemudian melupakannya, kecuali karena dosa yang dilakukannya.
3. Memiliki perhatian
Sesungguhnya perhatian terhadap sesuatu, antusias kepadanya, dan menyibukkan diri dengan memikikannya akan memudahkan untuk menghafalnya.
Al Bukhori berkata :”Aku tidak tahu sesuatu yang lebih bermanfaat bagi hafalan daripada nahmah seseorang dan terus-menerus melihat kitabnya.”(As Siyar ; 12 : 406).
An Nahmah adalah puncak cita-cita terhadap sesuatu, seperti nahmu (rakus) karena lapar.
Al ‘Askari berkata :”Hafalan itu tidak akan terealisasi melainkan dengan kuatnya kesungguhnya, banyaknya belajar dan panjangnya (lama) mudzakarah (mengkaji).” (Al Hatstsu ‘ala Tholabil ‘ilmi : 67 )
4. Membiasakan menghafal
Sesuatu yang awalnya sulit dan berat maka akan menjadi mudah dengan selalu berlatih atau membiasakannya.
Sehingga banyaknya latihan untuk menghafal, akan menambah kuat dan cepatnya menghafal.
5. Beramal dengannya
Di antara perkara yang menguatkan ilmu adalah mengamalkannya. Apabila seseorang ilmunya maka ilmu itu akan bertambah kokoh.
As Sa’bi berkarta :Dahulu kami mengambil pertolongan untuk menghafal hadits dengan mengamalkannya.
Ibnu Utsaimin berkata :”Di antara cara yang dapat membantu untuk menghafal ilmu dan memantapkannya adalah hendaknya seseorang mengambil petunjuk dengan ilmu yang dimilikinya.
Maka setiap kali seseorang mengamalkan ilmunya, Alloh akan menambah hafalannya dan pemahamanya.
6. Memilih waktu yang tepat
Termasuk sebab yang membantu hafalan adalah memilih waktu yang paling tepat untuk menghafal.
Al Khathib berkata :”Ketahuilah, bahwasanya hafalan itu memiliki waktu-waktu yang selayaknya diperhatikan oleh orang yang ingin menghaafal. Waktu yang paling baik adalah waktu sahur, kemudian setelahnya adalah pertengahan siang, kemudian pada akhir siang sebelum senja. Dan menghafal di waktu malam lebih baik daripada menghafal di waktu siang.”
7. Menghafal pada waktu masih kecil
Termasuk sebab kuatnya hafalan adalah menghafal pada masa kanak-kanak.
Qotadah berkata :”menghafal di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu.”
Ini adalah peringatan bagi para orantua, para wali serta pendidik agar mereka memperhatikan anak-anak mereka, orang-orang yang berada di bawah tanggung jawabnya serta anak didik mereka, dengan perhatian khusus ketika mereka masih kecil.
Juga agar mereka bersungguh-sungguh menjadikan anak-anak mereka menghafalkan hal yang bermanfaat. Karena menghafal pada waktu kecil ini akan lebih kuat dan kokoh. Inilah waktu yang apabila disia-siakan, maka tidak mungkin lagi untuk mendapatkanya.
8. Muroja’ah (mengulang-ulang hafalan)
Di antara hal yng menyebabkan kuat dan terus-menerusnya hafalan setelah menghafalnya adalah mengulangnya berkali-kali (muraja’ah)
A Zuhri berkata :”perkara yang bias menghilangkan ilmu tidak lain adalah lupa dan meninggalkan mudzakarah (mendiskusikanya).
Jika seorang pelajar tidak mendapatkan teman untuk mendiskusikan ilmu, maka selayaknya dia menyampaikanya ilmu tersebut kepada orang yang ada di sisinya meskipun dia bukan ahli di dalamnya ataupun mengulang-ulangnya.
Semoga risalah ini bermanfaat bagi saya dan bagi anda sekalian. Semoga Alloh melimpahkan karunianya dan memudahkan kita untuk menghafal Al Quran.
Selengkapnya...
Rabu, 18 Maret 2009
TIPS MENGHAFAL AL QURAN
ini ada beberapa triks dan tips dalam membantu siapa pun yang ingin menghafal Al Quran
Alloh berfirman :
“Dan Sesungguhnya Telah kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, Maka Adakah orang yang mengambil pelajaran?” ( QS. Al Qomar : 17 )
Berkata Imam Al Qurtubi dalam menafsirkan firman Alloh di atas : “Kami telah memudahkannya untuk dihafal dan kami menolong orang yang ingin menghafalnya maka barangsiapa yang ingin menghafal dia akan ditolong.”
Firman Alloh :
1. (Tuhan) yang Maha pemurah,
2. Yang Telah mengajarkan Al Quran.
3. Dia menciptakan manusia.
4. Mengajarnya pandai berbicara.
Ketahuilah – semoga Alloh member taufi kepadaku dan kepada anda sekalian-, barangsiapa yang ingin menghafal Al Quran dengan hafalan yang mutqin yang tetap bersamanya dalam waktu lama, maka hendaknya dia menempuh metode-metode di bawah ini. Metode ini diambil dari pendapat para uama salaf. Metode itu dalah :
1. Meminimalkan jumlah yang ingin dihafalkan
Orang yang ingin menghafal suatu nash, hendaknya membagi nash tersebut dalam beberapa hari, artinya menghafal sedikt demi sedikit, karena jika dia memperbanyak bagian yang dihafal akan cepat jenuh/bosan dan meras berat.
Diriwayatkan dari ‘Aisyah ra, bahwasanya Nabi SAW bersabda : “ Wahai manusia, ambillah dari amalan-amalan itu apa yang kalian mampu. Sesungguhnya Alloh tidak akan bosan hingga kalian merasa bosan. Dan sesungguhya amalan yang paling dicintai Alloh adalah amalan yang terus-menerus walaupaun sedidkit” (HR. Al bukhori dan Muslim )
Al Khothib Al Baghdadi berkata :”Hendaknya seseorang teliti dalam mengambil ilmu dan jangan memperbanyak. Hendaknya dia mengambilnya sedikit demi sedikit, sesuai yang dia mapu untuk menghafalkannya dan mudah untuk dipahaminya. Karena Alloh berfirman :
Berkatalah orang-orang yang kafir: "Mengapa Al Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?"; demikianlah[1066] supaya kami perkuat hatimu dengannya dan kami membacanya secara tartil (teratur dan benar). (QS. Al Furqon : 32 )
[1066] Maksudnya: Al Quran itu tidak diturunkan sekaligus, tetapi diturunkan secara berangsur-angsur agar dengan cara demikian hati nabi Muhammad s.a.w menjadi Kuat dan tetap.
Oleh karena itu hendaknya setiap orang membatasi dirinya sesuai dengan kemapuan yang dimilikinya selama tidak mengurangi seluruh semangatnya.
Ibnu sholah berkata :”Hendaknya hafalan sesorang terhadap hadits itu bertahap, sedikit demi sedikit bersama perjalanan siang dan malam. Yang demikian itu lebih pantas baginya untuk melanggengkan hafalannya. (Ulumul hadits :227 )
Demikian para sahabat mempelajari ayat Al Quran, sepuluh ayat sampai paham kandungannya tentang halal dan haram, perintah dan larangan, setelah paham baru mepelajari ayat lainnya
Jadi menghafal sedikit demi sedikit akan lebih langgeng daripada langsung banyak sekaligus. Wallohu a’lam.
2. Mengulang-ulang
Apabila seseorang yang ingin hafal telah menerapkan perkara yang pertama yaitu meminimalkan materi yang dihafal dalam setiap harinya, maka selayaknya bagi dia untuk mengulan-ulang nash (yang dihafal) ini dengan pengulangan yang sangat banyak. Karena gafalan itu tidak akan kokoh kecuali dengan mengulang, semakin sering dia mengulang maka akan semakin kokohlah hafalan tersebut.
Adapun batasan mengulang-ulang tidak ada, tetapi para ulama terdahulu tidak merasa cukup dengan mengulang 20 kali. Dianatar salaf ada yang mengulang 50 kali, 100 kali, bahkan ada yang mengulang 1000 kali. Jadi mereka mempunyai kesungguhaan dalam mengulang hafalan mereka.
Peringatan :
Wajib bagi siapa saja yang ingin menghafal agar terebih dahulu membenarkan apa yang dia baca dengan bacaan yang benar. Kalau tidak dia bias terjatuh pada tahrif (perubahan makna) dan tashif (kesalahan dalam membaca)
Selayaknya bagi orang yang sedang belajar, mengangkat suaranya hingga memperdengarkannya pada dirinya sendiri, karena suara yang didengar oleh telinga itu akan tertanam kokoh dalam hati. Al ‘Askari berkata : “ Jika kalian belajar, kuatkanlah suara kalian, karena yang demikian lebih kuat untuk menghafal dan lebih bias mengusir rasa kantuk. Membaca dengan pelan itu untuk memahami, sedangkan bacaan yang keras itu untuk menghafal dan memahami.
(bersambung)
Selengkapnya...
Minggu, 15 Februari 2009
ADAP TERHADAP JIWA
Alloh SWT berfirman, artinya :"berbahagialah orang-orang yang mensucikan dirinya, dan celakalah orang-orang yang mengotori dirinya" (Q.S. Asy-Syam : 9 - 10 )
Muroqobah artinya menyakini bahwa Alloh SWT mengawasi kita, kapan dan di manapun berada, Alloh mengetahui lahir dan batin. seorang yang mempunyai muroqobah maka dia telah mengumpulkan lima Asma'ul Husna yaitu Al 'Alim (Maha Mengetahui), Ar Roqib (Maha mengawasi ), Al hafidz (Maha Menjaga), As Sami' (Maha Mendengar), Al Bashir (Maha Malihat). Jika kita menyadari Bahwa Alloh mengawasi gerak gerik kita, maka kita akan berhati-hati dalam berbuat, karena dia tahu bahwa Alloh SWT tidak pernah mengantuk, tidak pernah tidur.
Teladan salafusholeh :1. Suatu ketika Umar bin Khotob berjalan-jalan..sekitar Madinah, sampailah Beliau di padang rumput. bertemulah dia dengan seorang pengembala dengan ratusan ekor kambing. bertanyalah Umar (U) kepada Penggembala(P) :"jualah seekor kambingmu kepadaku". P menjawab :"kambing-kambing ini milik tuanku, jadi aku tidak bisa menjual kepadamu tanpa ijin tuanku". Kata U : "Kan tuanmu tidak tahu, katakan saja kambingmu dimakan srigala". Jawab P :" Ya memang tuanku tidak tahu, dan ia bisa menerima alasanku, tapi di mana Alloh?". seketika itu Umar menangis dan memeluk penggembala itu, dan segera berkata :"nak! dimana tuanmu, aku akan membebaskanmu, dan semoga Alloh membebaskanmu dari neraka". ini adalah bukti muroqobah.
2. Suatu ketika Umar bin Khotob berjalan di sekitar pinggiran madinah (malam hari), sejenak Beliau berhenti karena mendengar percakapan seorang Ibu (I) dengan Anak putrinya (A). keluarga ini adalah penjual susu kambing. I berkata :" Campurlah susunya dengan air, agar keuntungan banyak dan harganya lebih murah!" jawab A :"Lho bu, perbuatan ini kan dilarang oleh kholifah Umar, mengapa ibu menganjurkan saya mencampur susu dengan air, dan ini kan namanya menipu pembeli?". kata I :"Semua pedagang susu melakukannya, kalau kita tidak melakukannya susu kita tidak akan laku, kita tidak bisa makan, sudah lakukan saja perintah ibu!". Jawab A :"Tapi ini kan larangan Kholifah Umar?, kita kalau diketahui bisa dihukum?" Kata I :" kholifah tidak mungkin tahu, malam begini dia masih tertidur di istananya". Jawab A : "bu, memang Umar tidak tapi Alloh maha Tahu". Ketika anak putrinya tidak mau mencampur susu dengan air, maka ibunya beranjak menuju tempat susu untuk dicampur dengan air, tiba terdengar ketuka pintu. terkejutlah keluarga ini, ternyata yang datang adalah kholifah Umar, dan gemetarlah badan ibu penjual susu. berkatalah Umar :"aku sudah mendengar percakapan kalian berdua sejak tadi, dan aku tidak menghukum kalian, tetapi aku melamar putrimu untuk anakku 'ashim". inilah buah dari muroqobatulloh. dari pernikahan keduanya maka dari keturunan mereka lahir Umar bin Abdul Aziz.
B. Muhasabah
Alloh berifirman :" Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang Telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan" (Al Hasyr : 18 )
Ayat ini menganjurkan agar kita melakukan instrospeksi diri (muhasabah) atau menghitung amal apa saja yang sudah dipersiapkan untuk hari esok (akherat).
Berkata Umar bin Khotob :" Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab".
Imam Ahmad meriwayatkan dari wahab :" Tersebut dalam hikmah keluarga Daud, sebaiknya seorang muslim tidak melewatkan 4 waktu, yaitu : waktu bermunajat kepada Robbnya, Waktu muhasabah, waktu bertemu dengan ikhwannya agar menunjukkan aib-aibnya, dan waktu menghibur diri untuk menikmati hal-hal yang halal". (Ighosatul Lahfan : Ibnu Qoyim Al Jauziyah)
Muhasabah terbagi menjadi 2 yaitu : muhasabah sebelum beramal dan muhasabah sesudah beramal.
Muhasabah sebelum beramal dengan 4 tahap yaitu ;
1. Muhasabah, apakah mampu dikerjakan atau tidak, kalau tidak mampu tidak usah dikerjakan. kalau mampu maka dia berhenti dan berfirkir
2. Muhasabah, apakah amal itu lebih baik ditinggalkan daripada dikerjakan, atau sebaliknya. jika lebih baik ditinggalkan maka dia tidak mengerjakan, bila lebih baik dikerjakan maka ia berhenti dan berfikir.
3. Muhasabah, apa motivasi amal, apakah karena Alloh atau karena motivasi dunia dan lainnya. jika motivasinya bukan karena Alloh maka tidak dikerjakan dan bila karena Alloh, dia berhenti dan berfikir.
4. Muhasabah, apakah amal yang akan dikerjakan memerlukan pertolongan (bantuan), atau tidak. jika tidak perlu bantuan kerjakan dan apabila perlu bantuan maka amal ditunda sampai tersedianya bantuan.
Contoh dari keempat muhasabah di atas adalah Jihad. Oleh karenanya Rasululloh menunda jihad di mekkah karena tidak adanya bantuan (masih sedikit jumlahnya).
Muhasabah sesudah beramal
1. Muhasabah kembali apakah amalnya lebih baik ditinggalkan daripada dikerjakan
2. Muhasabah, apakah dia beramal memang karena Alloh atau karena dunia dan isinya.
3. Muhasabah, apakah dia sudah memenuhi hak-hak Alloh yakni : Ikhlas, Ittiba' Rasul, Ihsan, Kesetiaan, Menyaksikan adanya karunia Alloh, merasa kurang dalam memenuhi hak-hak Alloh.
C. Taubah
Taubah adalah kembalinya seorang hamba menuju Robbnya setelah dia bermuhasabah terhadap perbuatan yang dikerjakannya.
Alloh berfirman : "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan nabi dan orang-orang mukmin yang bersama Dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: "Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah Kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Bersabda Rasululloh SAW : " Bertaubatlah kalian kepada Alloh, sesungguhnya saya bertaubah kepada Alloh lebih dari seratus kali setiap hari".
Alloh berfirman : “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Alloh, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung”. (An-Nuur : 31 )
Ayat ini turun di Madinah. Alloh mengarahkan firman-Nya kepada orang-orang yang beriman dan orang-orang pilihan-Nya, agar mereka bertaubat, setelah mereka beriman, bersabar, berjihad dan berhijrah. Alloh mnegaitkan antara taubah dan keberuntungan.
Alloh juga berfirman tentang kebalikannya : “Dan barangsiapa yang tidak bertaubat maka mereka itulah orang-orang yang dholim”. (Al Hujurot : 11 )
Orang yang tidak bertaubah adalah orang dholim karena dia tidak tahu Alloh dan haknya, tidak tahu aib dirinya dan kekurangan amalnya.
Rasululloh bersabda : “ Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kalian kepada Alloh, demi Alloh, aku benar-benar bertaubat kepada Alloh lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari”.
Syarat-syarat taubah adalah :
1.
Menyesali dosa-dosa yang telah dilakukan di masa lampau
2.
Membebaskan diri sketika itu pula dari dosa tersebut.
3.
Bertekat untuk tidak mengulanginya lagi di masa mendatang.
Orang-orang yang berdosa mempunyai tiga sungai besar yang bias di pergunakan untuk membersihkan dosa-dosa di dunia. Jika belum bersih maka mereka dibersihkan di sungai neraka di hari kiamat. Tiga Sungai itu adalah ;
1.
Sungai at-taubatun-nashuh
2.
Sungai kebaikan-kebaikan yang melimpah ruah dan menghanyutkan berbagai kesalahan di sekitarnya.
3.
Sungai musibah dan cobaan yang mengahpus semua dosa.
Jika Alloh menghendaki suatu kebaikan pada diri hamba-Nya, maka Dia memasukkannya ke dalam salah satu sungai ini, sehingga dia datang pada hari kiamat dalam keadaan bersih, sehingga dia tidak memerlukan cara pencucian yang keempat.
Hakekat taubat adalah kembalinya seseorang kepada Alloh dengan mengerjakan apa-apa yang dicintai-Nya dan meninggalkan apa-apa yang dibenci-Nya.
C. Mujahadah
Seoarang muslim mengetahui bahwa musuh utamanya adalah nafsunya yang selalu mendorong untuk berbuat kejelekan dan menjauhkan dari kebaikan.
Firman Alloh : “Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), Karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang”. ( Yusuf : 53 )
Maka dia harus bersungguh-sungguh dalam memerangi hawa nafsunya. Memperturutkan hawa nafsunya sama saja mengantarkannya ke jaurang neraka. Tidakla orang berbauat buruk kecuali karena dorongan nafsunya.
Manusia itu terbagi menjadi dua macam :
1.
Orang yang dkuasai oleh hawa nafsunya, sehingga ia dibinasakan olehnya, tunduk kepada perintah-perintahnya.
2.
Orang yang menguasai nafsunya, sehingga nafsunya tunduk kepada perintah-perintahnya.
Firman Alloh :”Adapun orang yang melampaui batas, Dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, Maka Sesungguhnya nerakalah tempat tinggal(nya).Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya)”. ( An Nazi’at : 37 – 41 )
Orang yang selamat adalah orang yang menjadikan pemimpinya adalah kitabulloh, sedangkan orang yang celaka dan binasa adalah yang menjadikan pemimpinya hawa nafsunya.
Rasululloh beribadah kepada Alloh dengan sangat sungguh-sungguh, sehingga sampai bengkak telapak kaki beliau karena lamanya berdiri, padahal beliau telah diampuni dosanya yang telah lalu maupun yang akan dating. Ketika ditanya mengapa beliau ibadah seperti itu, jawab beliau : tidak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur?
Kseungguhan dalam beramal harus dimiliki seoarang muslim, sebab tanpa kesungguhan kita tidak akan mendapatkan yang kita inginkan.
“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, benar- benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”(Al ‘Angkabut : 69 )
Jadi seoarang muslim harus sungguh dalam menuntut ilmu,sholat, puasa, berbakti kepada orang tua, berbuat baik kepada sesame muslim, bahkan bekerja untuk dunia kita, dan segala macam aktivitasnya.
Selengkapnya...
Jumat, 06 Februari 2009
Renungan persaudaraan...
Wahai Saudaraku……….
Apa yang dapat kita lakukan
Melihat saudara – saudara kita di belahan bumi gaza palestina
Derita mereka
Luka yang mengganga
Jerit tangis yang menyayat jiwa
Bocah bocah kecil yang tak berdosa meregang nyawa
Apa…………. Apa yang dapat kita perbuat
Bukankah mereka bagian dari kita
Luka mereka dalah luka kita
Sakit mereka dalah sakit kita
Cinta mereka adalah cinta kita
Saudaraku……………………………………
Apa yang dapat kita dapat perbuat
Apakah hanya sekedar berdecak kasihan
Saudaraku…………………………….
Sentu mereka denga do’a dipenghujung akhir rokaat sholatmu
Bantu mereka dengan sebagian harta yang telah Allah berikan untukmu
Jangan engkau lepas uangmu
Tuk berbelanja produk – produk Israil bangsa monyet la’natullah yang engkau tahu itu
Karena saudaraku…………………………
Satu rupiah, satu rupiah saja keuntungan dari penjualan produk – produk Israil itu
Akan terkumpul untuk membeli amunisi
Amunisi…………… peluru yang kemudian mereka gunakan untuk merobek dada dan memecahkan kepala saudara – saudara kita di Gaza Palestina
Saudaraku………………………
Jika engkau mampu ambillah………………………….. ambillah senjata
Dan letakkan nyawamu di ujungnya
Hingga kemuliaan dienul Isalam tegek bersamamu
Atau ………….. kereta maut itu menjemput
Bersama iring iringan malaikat yang tesenyum
Tersenyum mengiringi kesyahidanmu
Saudara – saudaraku………………………
Renungkan…………………. renungkan olehmu
Bahwa setiap perjuangan butuh pengorbanan
Setiap perjuangan butuh pengorbanan
Selengkapnya...
Minggu, 01 Februari 2009
Kisah Dua Orang Ibu yang Anak Salah Seorang dari Keduanya Dicuri Srigala
| DR. Umar Sulaiman Abdullah Al-Asyqar | |
| Pengantar Kisah ini memaparkan kepintaran Nabiyullah Sulaiman yang luar biasa dalam mengungkapkan kebenaran dalam sebuah persengketaan tanpa bukti-bukti yang membimbing kepada pemilik hak. Sulaiman menampakkan bahwa dirinya hendak membunuh bayi yang diperebutkan oleh dua orang wanita yang masing-masing mengklaim sebagai ibunya. Maka terbuktilah siapa ibu yang sebenarnya, yaitu yang merelakan anaknya diberikan kepada lawannya agar bayi itu tidak dibunuh demi menjaga hidupnya padahal lawannya itu bersedia menerima bayi yang akan dibelah dua oleh Sulaiman. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, "Ada dua orang wanita masing-masing dengan anaknya. Datanglah seekor serigala dan mencuri anak salah seorang dari keduanya berkata kepada yang lain, 'Serigala itu mencuri anakmu.' Yang lain menjawab, 'Anakmulah yang dicuri oleh serigala.' Keduanya mengadukan hal itu kepada Dawud, maka Dawud memutuskan anak itu milik wanita yang lebih tua. Keduanya pergi kepada Sulaiman dan menyamapkan hal itu. Sulaiman berkata, 'Ambillah untukku pisau. Aku akan membelahnya untuk mereka berdua.' Wanita muda berkata, 'Jangan, semoga Allah merahmatimu. Anak ini adalah anaknya.' Maka Sulaiman memutuskan anak ini adalah anak si wanita muda." Abu Hurairah berkata, "Demi Allah, inilah untuk pertama kalinya aku mendengar kata 'sikkin' (pisau). Kami selama ini mengatakannya 'mudyah' (pisau)." Takhrij Hadis Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dalam Kitab Ahadisil Anbiya', bab biografi Sulaiman, 6/458 no. 3427 Dalam Kitabul Faraidh , bab jika seseorang wanita mengakui seorang anak, 12/55, no. 6769. Diriwayatkan oleh Muslim dalam Kitabul Aqdhiyah, bab perbedaan para mujtahid, 3/1344, no. 1720. Hadis ini dalam Shahih Muslim dengan Syarah Nawawi, 12/380. Diriwayatkan oleh Nasa'i dalam Kitabul Qadha', 8/234 Penjelasan Hadis Kisah ini terjadi pada zaman Nabiyullah Dawud Alaihis Salam. Ada dua orang wanita yang berhukum kepadanya ketika seekor serigala membawa kabur anak salah seorang dari keduanya. Keduanya memperebutkan anak yang selamat. Masing-masing mengklaim bahwa ia adalah anaknya. Maka Nabiyullah Dawud berusaha untuk memberi hukum kepada keduanya. Usahanya membimbingnya kepada suatu hukum bahwa anak ini adalah anak wanita yang tua berdasarkan kepada dalil-dalil yang digunakan oleh Dawud. Keduanya keluar dari hadapan Dawud dan melewati Nabiyullah Sulaiman Alaihis Salam. Sulaiman melihat bahwa persoalan ini bisa diselesaikan dengan suatu cara untuk mengetahui ibu anak tersebut yang sebenarnya. Sulaiman meminta pisau kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya untuk digunakan sebagai alat yang membelah tubuh anak ini menjadi dua bagian, sehingga masing-masing mendapatkan separuh. Inilah hukum yang adil di antara keduanya. Kedua wanita ini menyangka Sulaiman serius dan pasti melakukan hukum itu. Di sinilah terlihat respon dari kedua wanita itu. Ibu yang sebenarnya, yaitu si ibu muda, bersedih terhadap hukum ini. Karena hal itu sama dengan membunuh anaknya, maka dia merelakan anaknya di ambil oleh lawannya sehingga anaknya bisa tetap hidup, walaupun dia tidak bisa menjaga dan mendidiknya. Sedangkan seterunya, yang tidak terkait oleh ikatan keibuan dengan anak itu, dia menerima hukum yang hendak dilaksanakan oleh Sulaiman tersebut. Dengan inilah Sulaiman berdalil maka ibu anak ini yang sebenarnya. Maka dia memutuskan bahwa ibu yang berhak terhadap anak itu adalah si ibu muda, walaupun dia mengakui bahwa anak itu adalah anak seterunya. An-Nawawi berkata, "Sulaiman menggunakan cara berpura-pura dan sedikit tipu daya untuk mengetahui perkara yang sebenarnya. Dia menunjukkan kepada keduanya seolah-olah dia ingin membelah anak itu untuk mengetahui siapa yang bersedih jika anak itu dibelah, maka dialah ibu yang sebenarnya. Ketika wanita yang lebih tua menyetujui jika anak ini dibelah, terbuktilah bahwa dia bukan ibu ang seberanya. Ketika yang muda berkata seperti apa yang dikatakannya, maka diketahui bahwa dialah ibunya. Sulaiman tidak ingin benar-benar membelah, dia ingin menguji kasih saying mereka berdua untuk membedakan mana ibu yang sebenarnya. Ketika ia bisa dibedakan dnegan ucapannya, maka Sulaiman mengetahuinya. (Syarah Shahih Muslim An-Nawawi, 12/381). |
Selengkapnya...
Selasa, 27 Januari 2009
SURAT DARI GAZA
Surat Ummu Taqi dari Gaza
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Akhwat dan Ikhwan sekalian yang saya cintai, pada kesempatan ini saya
ingin mengirimkan salam dari akhwat dan ikhwan di Gaza. Dengarlah
situasi yang kami hadapi dan ceritakan ini pada semua orang yang anda
kenal dan tidak anda kenal.
Ketika Zionis menyerang kami tanggal 27 Desember 2008, sebenarnya
mereka tidak hanya menyerang Hamas, dan kaum muslimin di Gaza, tapi
mereka menyerang umat Islam keseluruhan. Mereka menyerang Islam dengan
harapan bahwa mereka akan dapat melemahkan dan akhirnya menghancurkan
Islam dan umat Muhammad SAW.
Dan mereka tidak akan pernah berhenti di sini. Mereka ingin merampas
Al Aqsa yang kita cintai, mereka ingin Tepi Barat dan percayalah
kepadaku jika saya katakan bahwa mereka ingin seluruh Timur Tengah.
Namun mereka tidak akan pernah berhasil. Mereka tidak akan pernah bisa
memadamkan cahaya Allah. Insya Allah.
Situasi yang kami hadapi ini sungguh-sungguh mencekam tetapi Iman kami
masih kuat Alhamdulillah, walaupun kami tidak memiliki air, dan
apabila memang ada, maka air itu sudah tercemar dan mengandung
penyakit. Kami tidak memiliki uang untuk membeli air mineral. Apabila
kita menemukan uang untuk membeli dari penjualnya maka sangat
berbahaya bagi kami untuk bepergian untuk mendapat pasokan air yang
baru. Kami tidak memiliki gas, dan kami sudah tidak memilikinya selama
empat bulan terakhir. Kami memasak sedikit makanan yang kami masak
dengan api yang kita telah pelajari untuk mempersiapkannya.
Semua pria disini telah kehilangan pekerjaannya. Saat ini mereka
menghabiskan waktu di rumah. Suami saya dapat menghabiskan waktu
sehari pergi dari satu tempat ke tempat lain hanya untuk mendapatkan
air yang sangat kami perlukan. Dia biasanya kembali dengan tangan
hampa. Tidak ada sekolah, tidak ada bank dimana kita dapat menarik
uang. Hanya sedikit rumah sakit yang buka bagi orang-orang yang
terluka. Anda selalu menyadari risiko yang akan anda hadapi ketika
anda keluar rumah dan ketika Anda berada dalam ruangan. Mereka
mengenakan jam malam kepada kami antara jam 1-4 sore. Mereka bilang,
kita dapat keluar dengan aman untuk mendapatkan kebutuhan kami, tapi
itu adalah dusta. Mereka seringkali punya kesempatan untuk menambah
syuhada ke dalam daftar mereka.
Sehari kami makan nasi dan keesokan harinya kami makan roti. Daging
dan susu adalah barang mewah. Mereka menggunakan bahan kimia di
daerah-daerah perbatasan. Mereka tidak hanya membunuh kami dengan
peluru dan tank-tank dan pesawat-pesawat B52, tetapi juga mereka
membunuh kami secara perlahan dengan membuat anak-anak kami kelaparan,
yang menyebabkan munculnya penyakit yang sulit digambarkan yang
disebabkan bahan kimia itu dan mereka tertawa atas penderitaan kami
yang berkepanjangan dan tak tertahankan ini.
Tapi atas semua hal ini kami diberitahu bahwa orang-orang
berdemonstrasi di seluruh dunia. MashAllah, kenyataan bahwa Anda pergi
ke kedutaan-kedutaan besar dan meninggalkan rumah Anda benar-benar
membuat kami merasa bahwa kami tidak sendirian dalam perjuangan ini.
Tapi Anda dapat pulang pada malam hari dan mengunci pintu. Kami tidak
dapat melakukan itu. Saya harus meninggalkan rumah saya di lantai dua
setiap malam dan tinggal dengan kakak saya di lantai dasar. Karena
seandainya terjadi serangan, kami bisa cepat-cepat keluar dari lantai
dasar.
Tetapi umat bertanya-tanya di manakah tentara kaum Muslim? Di manakah
kemenangan? Dan di manakah pemimpin sejati kita yang akan
menyelamatkan kita dari kematian? Di manakah tentara Salahudin Ayubi?
Jangan berharap pada PBB, mereka mengakui Israel sebagai sebuah Negara
pada tahun 1949 dan mengunci nasib kami menjadi seperti pada hari ini.
Jangan menoleh ke Amerika atau Inggris, bukankah mereka yang menyerbu
ummat Islam di Irak dan Afghanistan? Panggilah para tentara di Mesir,
Syria, Turki, Arab Saudi, dan Pakistan. Di manakah tentara Bangladesh,
Negara-negara Teluk, Indonesia dan Libya? Apakah mereka cukup hanya
menonton para wanita menjerit meminta pertolongan ketika musuh
mengubur anak-anak kecil kami? Apakah kuping mereka tuli hingga tidak
bisa mendengar jeritan saudaranya para ikhwan dan akhwat? Bukankah
kami memiliki hak untuk makan dan minum dengan selamat dan aman.
Bukankah kami juga punya hak untuk tertawa dan hidup dengan memiliki
harapan?
Ya, kami lelah. Ketika kami mendengar suara roket dan bom dan melihat
pesawat-pesawat yang terbang sangat rendah menghampiri gedung-gedung
tempat kami berada, saya berteriak sementara anak-anak dan suami saya
merasa putus harapan. Para ikhwan akan tahu seperti apa rasanya ketika
merasa putus asa untuk bisa melindungi kehormatan dan kehidupan
keluarga Anda. Ada sesuatu yang membunuh dia dari dalam. Kami sering
bertanya-tanya kapan mereka akan menjual tanah kami dengan harga
murah, apakah serangan ini akan merenggut nyawa seribu atau dua ribu
orang. Kami masih menunggu dan melihat. Orang-orang Israel sudah
merencanakan di tempat mana mereka akan buat pemukiman baru di Gaza.
Seperti inilah keadaan kami.
Tapi dalam semua kejadian ini, tidak ada yang lain selain Allah SWT
yang dapat menyelamatkan kami. Jangan lupakan kami karena saat ini
Anda semua adalah yang kami miliki. Sedekah anda tidak kami terima,
dan ketika mereka membuka perbatasan maka sedekah itu hanya diterima
segelintir orang saja yang tidak tahu harus berbuat apa karena akan
beresiko bagi hidup kami hanya untuk membeli makanan. Mereka akan
membunuh siapapun, siapapun apakah dia adalah anak umur lima tahun
yang sedang membawa makanan untuk keluarganya. Kami ingin hidup dari
keringat kaum laki-laki kami, bukan dari keringat orang lain karena
kami sedang sekarat.
Terus lakukan pekerjaan yang Allah perintahkan dan berdoalah untuk
kemenangan yang akan segera datang dan menyelamatkan ummah di segala
tempat. InshAllah.
Semoga Allah SWT membuat kami teguh dalam din ini, selama masa
perjuangan ini dan selama masa kemudahan. Ya Allah, berilah kemenangan
kepada kami segera dan segeralah tegakkan kembali Islam sebagai
otoritas yang dengannya kami hidup, Ya Allah, kirimlah kepada kami
anak-anak Salahudin, bala tentara Islam untuk menyelamatkan ummat
Muhammad SAW dari penindasan di mana kita hidup. Ya Allah lindungilah
anak-anak kami dan usirlah kaum zionis dari tanah kami. Ya Allah, hari
ini saksikanlah pada hari ini kami telah meminta pertanggung jawaban
para pemimpin kami, kami berdoa semoga Engkau segera mengembalikan
kepada kami seorang pemimpin sejati, seorang Khalifah. Amin.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Saudaramu Ummu Taqi
Selengkapnya...